Melasti, Hujan, dan Penyucian

Berpayungan di tengah ritual measti

Hujan mengguyur Pantai Padanggalak, Desa Adat Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur, Denpasar-Bali. Namun tak menyurutkan niat krama Bali untuk menunjukkan rasa bakti pada upacara keagamaan yang mereka sebut sebagai “Melasti” pada Selasa (20/3) lalu.

Meski gerimis tak kunjung reda, umat Hindu yang mendatangi Pantai Padanggalak baik bersama keluarga maupun warga desa tetap duduk berhimpitan menghadap ke arah laut. Tak jarang, mereka membuka payung kemudian menggunakannya untuk melindungi tubuh mereka dari air hujan yang tiada ampun membasahi Padanggalak. Rasa bakti kepada Sang Pencipta dan kewajiban untuk melanjutkan tradisis leluhur merupakan alasan bagi mereka untuk tidak beranjak sedikit pun dari tempat mereka.

Upacara Melasti merupakan rangkaian dari hari raya Nyepi. Diadakan dua hari sebelum Nyepi dan bertujuana untuk menyucikan bhuana agung (alam semesta) beserta isinya (bhuana alit). Pada umumnya upacara ini dilakukan dengan berjalan atau menaiki kendaraan dari desa menuju pantai. Di pantai ritual sebenarnya dilaksanakan.

Tidak hanya di pantai Padanggalak, ritual serupa juga digelar di Pantai Purnama, Gianyar-Bali.

RIAK DANAU BATUR

Beberapa waktu lalu awal Maret 2012, dosen fotografi mengajakku dan teman-teman jurusan fotografi di perguruan tinggi seni di Bali untuk pergi hunting. Kegiatan ini memang rutin sebagai kegiatan praktek pada mata kuliah fotografi. Kali ini kami memilih Batur sebagai tempat memotret.

Ternyata udara di Batur supeeeer sejuk. Bahkan agak sedikit berkabut. Sayangnya langitnya mendung, jadi kami tidak bisa memotret sunrise di balik perbukitan yang memang termasyur indahnya itu.

Namun kami tidak putus asa. Kami melanjutkan perjalanan ke spot selanjutnya yaitu Danau Batur. Waaaah, aku nggak pernah melihat Danau Batur dari dekat. Ternyata indah sekali🙂

“Kakak, Ini Untukmu”

Berbagi

Di suatu hari yang mendung di kawasan Danau Buyan, Kabupaten Tabanan, Bali, dua anak perempuan bercengkrama di sebuah kebun kol. Anak perempuan yang lebih kecil, bepakaian serba merah jambu, dengan tatapan lugunya menyerahkan makanan ringan kepada anak perempuan yang lebih besar darinya.  Tidak ada kata-kata, atau komunikasi verbal. Hanya bahasa tubuh. Si anak yang lebih kecil menyerahkan makanan ringan itu seperti hendak berkata, “Kak, ini untukmu”.

PENGAKUAN

Aku mencintaimu

Demikian yang aku tulis

dalam setiap suratku

yang kukirim buersama angin di Bulan Januari.

Manis kecup

Bak madu dari lebah pohon Mahoni

Kurindukan

Setiap desah nan manja

Meski surat ini

tak pernah sampai di angkasa

kuyakin akan tiba waktunya

saat merpati bertemu kekasih

kala itu suratku tergeletak di depan pintu

rumah barumu di surga.

LAGU BUAT SI YAYANK DI SURGA PART 5 : HEAVEN KNOWS

Akhirnya ane nemu juga, lagu yang ada kata “Heaven”nya. Duh, kayanya tuh kata udah membius pikiran ane.  Mumpung ane lagi inget sama Yayank. Kira-kira Yayank lagi ngapain yaaa?

Heaven Knows

by Rick Price

She’s always on my mind,

from the time i wake up

’till i close my eyes

she’s everywhere i go

she’s all i know

‘Though she’s so far away

it’s just keeps getting stronger

every day

and even now she’s gone

i’m still holding on

So tell me where do i start

’cause it’s breaking my heart

don’t wanna let her go

Maybe my love will come back some day

only heaven knows

and maybe our hearts will find their way

only heaven knows

and all i can do is hope and pray

’cause heaven knows

My friends keep telling me

that if you really love her

you’ve gotta set her free

and if she returns in kind

i’ll know she’s mine

So tell me where do i start

’cause it’s breaking my heart

don’t wanna let her go

Maybe my love will come back some day

only heaven knows

and maybe our hearts will find their way

only heaven knows

and all i can do is hope and pray

’cause heaven knows

Why i live in despair

’cause while awake or dreaming

i know she’s never there

and all these time i act so brave

i’m shaking inside

why does it hurt me so…

Maybe my love will come back some day

only heaven knows

and maybe our hearts will find their way

only heaven knows

and all i can do is hope and pray

’cause heaven knows

Heaven knows…

LAGU BUAT SI YAYANK DI SURGA PART 4 – BARAMKKOT

Hohoho… (krik… krik… krik…)

Ane baruuu aja dengerin soundtracknya film The Great Queen Seondeok. Sumpah! Nggak bisa berkata-kata (nah, ini apa namanya?).

Sejak kapan kaden ane mulai mencintai film ini yaaa?

Oh, ya! Sejak Si Yayank jatuh sakit dan masuk rumah sakit. Ceritanya sambil nungguin kabar sembuhnya Si Yayank ane dengerin salah satu OST.nya

Judulnya Baramgot.

Entah apa artinya.

OST Queen Seon Deok

Baramkkot (E.S) – by Aiyu(IU)

Idaero doraseolgeomyeon sarajilgeomyeon
Pieonaji anhasseo
Ireoke barabomyeonseo sumimakhimyeon
Nuneul gameunchae sarado joheulkka

Bojianhado boyeoseo
Deutjianhado deullyeoseo
Geudae songyeore dasi saranan
Baramkkoccheoreom

Bagosipeodo motganeun
Angosipeodo mosanneun
Geudae sonkkeuchi nae mame daheuni

Ginginbami jinagonamyeon alkka
Nunmulsoge utgoinneun sarangeul

Japgosipeodo motjamneun
Gagosipeodo motganeun
Geudae maeume dasi saranan
Baramkkotccheoreom

Bojianhado boyeoseo
Deutjianhado deullyeoseo
Barame sillyeo heuteojyeo nallimyeo
Geudae maeume heuteojyeo nallimyeo

Coba deh denger juga lagu ini. Ane nggak tahu kenapa, tapi tiap lewat bekas makamnya Si Yayank, lagu ini jadi jelas terdengar.

LIFE MUST GO ON…

Sejak Si Yayank udah nggak ada di dunia, ane mulai ngerasain perubahan besar dalam hidup ane. Sayangnya, perubahan itu nggak berarti rumah ane berubah jadi kastil trus motor Mio ane berubah jadi Mercy. But, perubahan yang bikin ane lebih berat buat ngejalani hidup.

Waktu pulang dari pemakaman Si Yayank, ane pikir matahari bakal terbit dari utara dan harimau jadi veget. Ane kaget! Bukan karena beneran matahari terbit dari utara, tapi karena ane lihat, semua orang justru ngejalani aktivitasnya seperti biasa seakan-akan memang nggak terjadi apa-apa. Orang-orang memperlakukan ane seperti biasa meski beberapa orang yang dulunya mulutnya bakal bisulan kalo nggak sehari aja ngejek ane, sekarang jadi salah tingkah kalo ketemu.

Pernah suatu ketika, sebulan setelah pemakaman, ane mendadak ngidam rujak mangga. Kepikiran sih, buat nyolong di pohon mangga tetangga aja, tapi ane urungkan niat. Ane nggak mau bikin dosa lagi (uwoooo!).

Jadilah ane blengak-blengok di pasar nyari-nyari pedagang mangga. Setelah ketemu, ane tanya harganya berapa.

“Tujuh ribu sekilo, gek.”

Ane protes dong, sebagai pembeli yang baik ane harus berani menawar.

“Ya udah, lima ribu sekilo,” kata Si Pedagang.

Ane ngerasa masih kemalahan. Kalo nyolong di tetangga kan, gratis (hsss! Nyolong mulu dah, pikirannya).

“Empat ribu, gimana?”

Tiga ribu, tawar ane.

“Aduh, empat ribu udah yang paling murah. Kalo nggak mau beli ya udah,” Si Pedagang ngejawab ketus sambil monyongin bibir. Giliran ada pembeli yang lain, dia langsung senyum sumringah persis waktu pertama kali ane dateng.

Di saat kaya gitu ane jadi inget Si Yayank lagi (ane mah, lagi boker pun bisa inget dia). Seandainya Si Yayank yang tawar menawar ama ibu pedagang ini, gratis pun bisa didapat. Secara Si Yayank punya senyum maut yang bisa bikin cewek dari yang masih balita sampe janda eksekutif pun kelepek-kelepek (kapan-kapan ane cerita bukti nyata rayuan maut Si Yayank).

Ane pun pulang tanpa bawa mangga, bahkan bijinya aja kaga.

Ane merenung, kenapa pedagang tadi bisa nggak tahu kalo ane pengeeeeeen banget sama tuh mangga. Rasanya ane pengen bilang ke dia, “Kasihani sayaaa. Pacar saya baru aja meninggal. Huuuuaaaaaaa.”

Begitulah, hidup berjalan terus tanpa mau menunggu kita buat siap dulu menghadapi kenyataan. Biar seperti apapun sakit, sedih, perih, merintih, tertatih (mulai ngawur nih) yang ane rasain tetep aja orang lain nggak bakal bener-bener tahu. Walau ane curhat ampe berbusa-busa dan mereka bilang tahu gimana rasanya, tetep aja kan mereka nggak ada pada posisi kita.

Misalnya temen-temen ane sekarang. Seberapapun mereka mikir gimana rasanya jadi ane, tetep aja mereka nggak ngerasain kan, perasaan waktu ane inget kalo Si Yayank nggak ada buat bantu ane menawar mangga sama pedagang judes.

Mau nggak mau, ane juga harus terus berjalan,

Life must go on…

CAMERA… ACTION!

Setiap sekolah punya  aturan sendiri.

Ada  yang melarang  siswanya pakai  tindik,  pakai  tato, pakai sepatu warna-warni. Ada sekolah yang melarang siswanya bawa senjata tajam, video porno, bawa orangtuanya (hoho, kecuali anak TK) ato nenek kesayangan ikut ke dalam sekolah.

Kalo di sekolah ane, ada aturan, nggak bawa hape ke sekolah. Ane sih nggak pernah protes sama aturan itu. Secara selama ini ane bawa kendaraan ke sekolah sendiri. Jadi nggak pernah nelpon ke rumah buat minta dijemput. Dan lagipula nggak bawa hape ke sekolah nggak termasuk dari tanda kalau kiamat mau datang.

Tapi ada satu hal yang mengganjel banget kalo penyakit ane kambuh lagi. Biasanya Nokia 2600 Clasic ane bisa nyembuhin penyakit rutin ini.

YUP! Bener banget.

Penyakit itu telah menjangkiti hampir 60% warga dunia (ini mah hipotesis ane aja, ya.Nggak usah ditiru.) Penyakit yang bisa diredakan dengan KAMERA. Ya, fitur di hape yang satu ini yang bisa nyembuhin penyakit NARSIS ane.

Kalo uda ketemu kamera, bawaannya buat senyum semanis kecap Bango ato monyong-monyongin mulut biar keliatan jauuuuuuh lebih imut. Atau kalo lagi ada kesempatan, ane bisa julur-julurin lidah biar keliatan cute di kamera.

Hahaha… Karena ane nggak punya kamera digital pribadi (punya sodara sih ada, tapi ane nggak mau ngambil resiko diusir dari rumah gara-gara ngerusakin kamera sodara), ane terpaksa pake web camera di laptop ane tercinta, yang ane puja sepanjang masa.

Seperti hari itu, waktu itu ane masih kelas dua SMA. Di kelas ane, muridnya liar banget. Mungkin itu yang menyebabkan guru waktu itu lagi nggak siap mental buat ngajar di kelas ane. Makanya deh semua temen-temen ane pada sibuk sama urusan sendiri.

Temen sebangku ane, Ayu, ngerengek-ngerengek buat nyoba kesaktian web camera ane. Entah karena penyakit  narsis ane emang kambuh ato karena memang ane ngerasa tertantang buat nunjukin kemampuan laptop ane, akhirnya kita berdua (dengan penuh napsu) pose di depan kamera.

Awalnya sih masih malu-malu ama temen yang duduk di belakang kita. Takutnya mereka pada jerit “HIIIIH! ADA PENAMPAKAN DI LAPTOPNYA SUCI!” Kebetulan cowok-cowok yang di belakang ane itu punya mulut mirip toa. Jadi biar mereka bisik-bisik sekalipun omongannya berasa kedengeran sampai ke Monas.

Ternyata setelah jepretan pertama, temen-temen ane itu nggak ngerespon. Malah mereka masih sibuk nggosip bareng. Jepretan kedua barulah terasa cobaannya. Salah satu temen berusaha mengusik kenikmatan narsis kita dengan cara mencoba-coba nongol di kamera. Kita pun memutuskan buat diem dulu sampai temen-temen sibuk lagi ama kerjaan mereka.

Akhirnya perhatian mereka teralih sama guru cakep yang lagi jalan di sebelah kelas. Lewat kaca jendela mereka nyorakin tuh guru. Memang sih tuh guru agak dimusuhi sama cowok-cowok di kelas. Katanya sih gurunya nggak berkompeten kalo ngajar (ane juga kadang ngerasa gitu). Tapi menurut  ane semua itu kayanya Cuma alibi. Maksud ane, bilang aja kalo ngiri sama kecakepan tuh guru.

Eh, kok malah ngomongin guru ane?

Balik lagi ke laptop (loh? Kok jadi kaya tukul). Ane ama Ayu langsung pasang gaya di kamera. Dari gaya yang paling manis sampai gaya yang paliiiiiiiiiiiing manis ^^.

Tahu-tahunya, si temen nampak lagi di kamera.

Geregetan banget ane liatin hasilnya.

Akhirnya setelah nyoba berkali-kali, kita dapet moment yang bagus.

Siiip… Camera, action!

MARI GOSOK GIGI

HUAAAAHAAAAHAAA!!!! (ketawa sambil guling-gulingan).

Rasanya nggak berlebihan ane ketawa seheboh itu. Pasalnya ane baru aja nemu di laptop ane foto penampakan seorang sohib ane di ekstrakulikuler. Bihhh… Jeg luung gati puk potone, silih pok neh. 😀

Ini mah baru sedikit ane bisa upload lantaran ane sendiri nggak kuat memandang pesona teman ane ini… Wiiii…

Mana tahaaan~~~… Hahaha,,, semriwiiiing!

Dengan ini ane mengajak kalian untuk rajin-rajin menyikat gigi. Selain baik untuk kesehatan mulut juga baik untuk kebaikan pertemanan anda.

Salam Manis

😀

TIMELESS… Part 2

Ane uda siap mostingin bagian kedua yang ane post kemarin…

Wuhuuu…. Part 2 ini adalah kunci dari cerita kemarin. Ceritanya Si Ganteng di video klip ini akhirnya nyadar kenapa selama ini dadanya selalu sakit setiap kebayang cewek yang bahkan nggak dikenalnya selama ini.

Ngomong-ngomong, kok terorisnya C.A.K.E.P yaaaa????

Weleh-weleh… Dasar Korea. Kalo kaya gitu ane sih rela aja ditawan sama Si Ganteng…😛

Blog di WordPress.com.